Tuesday, February 24, 2009

Kamar Baru, Banyak Penantian, Banyak Juga yang Saya Temukan

Anda heran melihat judul saya? Karena saya menggunakan kata ‘saya’?

Satu-satunya jawaban adalah karena saya ingin mengaplikasikan pelajaran bahasa Indonesia yang telah saya dapatkan sejak pertama kali mengenyam bangku sekolah yaitu sesuai EYD dan tata bahasa yang baik dan benar. Juga merupakan awal perubahan seorang Artisita dibulan Februari ini. Satu hal pula yang saya yakini bahwa Perubahan itu Abadi.

Selain ingin pamer itu, saya juga ingin pamer kamar saya yang baru, yang secara resmi saya tempati lagi sejak hari Senin kemarin. Dimana dalam masa peralihan, saya hanya tidur beralaskan kasur lipat tipis dan keras. Satu bulan sudah penantian saya dalam menunggu perombakan kamar saya. Yang pasti, kamar ini direnovasi setiap minggu, jadi kelihatan lama pengerjaannya, padahal cuma 4 kali dalam satu bulan itu. Dan dengan bangga, saya persembahkan . . .

Arah selatan: ada jendela dengan pemandangan private road alias gang buntu

Arah tenggara: ada pintu masuk –langsung turun tangga ke lantai satu

Arah utara: separuh tembok penuh potongan cermin (cocok untuk orang narsis, he)

Puas. Dengan seluruh penantian dan rasa deg-degan yang setiap hari saya rasakan, akhirnya saya dibolehkan juga mengecat kamar dengan warna oranye dan kuning ini. Hanya satu yang kurang. . di dinding timur di samping tempat tidur belum dicat blok kuning terang dengan gambar muka spongebob yang lucu dan imut-imut itu di pojokan. Harus cari di sekitar Prambanan, Jogja, keramik eksotis bergambar spongy itu. Ooh, indahnya dunia. . .

Entah ini takdir atau bukan, waktu saya bersih-bersih di kamar (membersihkan sisa-sisa paku, dsb akibat direnov) minggu kemarin, saya menemukan kain garis-garis dengan warna pastel yang saya beli menjelang lebaran 2 tahun yang lalu.

Dulu rencananya ingin saya jahitkan baju adat Korea untuk saya pakai waktu lebaran, tapi kain beserta desainnya pun menghilang. Saya senang kainnya ketemu. Akan tetapi, saya jadi beniat untuk membuatnya berbeda. Saya membayangkan bisa terlihat elegan dengan kain itu yaitu dengan desain seperti ini . . .

Di blog ini juga saya akan pajang foto hasil bajunya, , ,

Dari sini saya pun berpikir,

ketika kita telah mencapai puncak dari suatu penantian, dimana ada banyak perasaan deg-degan, khawatir, takut nantinya tidak sempurna, perasaan-perasaan yang benar-benar tidak nyaman dirasa, tapi dengan keistiqomahan dan perjuangan maksimal dalam penantian panjang tersebut akan terbayarkan yang pada akhirnya kita bisa mencapai kepuasan akan hasil seperti yang kita inginkan bahkan lebih. Saya pun yakin walaupun ketika hasilnya jauh dari apa yang kita inginkan, berbeda dari apa yang kita perkirakan, yang kita cenderung untuk menyebutnya sebagai suatu kegagalan, merupakan jalan yang Allah tentukan, dimana itulah jalan terbaik yang benar-benar tepat untuk kita.

Jangan putus asa, jangan bermuram durja, jangan banyak makan ketela (oh gak) Just keep your trust to Allah that always give the best thing to all of us.

Kamsaamita. . . :)

ketika saya nge-postyang satu ini, hikz

lagi lembur di kampus. . .

2 comments:

  1. Sitaaa..
    Betapa gedenya bannermu itu.. Hahahaha.. Pantesan aja tadi pas hotspotan ga bisa dibuka.. Hwkwkwkwk..

    Eh sit, kok kamarmu ga keliatan nuansa kuning tapi malah nuansa ijo ya? Kayak nyi roro kidul.. heuheu... *no offense.. kabuuurr

    ReplyDelete
  2. well, Ta
    sepertinya *dg tanpa bmaksud meniru, karena memang benar saya sudah berpikir seperti ini sebelumnya* saya juga mengubah cara bahasa saya yg -naturally indonesian-
    well (again), speaking indonesian well ternyata tidak sesulit apa yg selama ini digunjingkan

    salam indonesia!

    btw, belum kekamarmu,aku.

    ReplyDelete