Wednesday, March 18, 2009

k.a.c.a.u.b.a.l.a.u.

Kacau, kacau, kacau . . .
I can't thinking clearly.
Nampaknya semua pekerjaan 2 minggu ini berantakan. Iya kuliah, ya LPM, ya Webo, ya sinergi, ya kominfo, noLenam apalagi. . .

Satu pendapat saya tentang iklan salah satu pembalut wanita yang sering kita lihat di TV, mengatakan bahwa, "Wanita bisa memikirkan banyak hal sekaligus." Saya tidak setuju. Banyak hal yang saya hadapi sekarang, memang sih, sudah mulai saya jalani semuanya, tapi kok kelihatannya hanya setengah-setengah saya menyelesaikan tugas-tugas itu. yang penting selesai gitu aja. Franz Stressemann dengan kata-kata bijaknya, "Saya tidak akan mengampuni pekerjaan yang setengah-setengah." Atau dalam Islam ada istilah 'kafah', bahwa dalam segala sesuatu harus kumplit, maksimal, keseluruhan, dalam istilah saya seperti ini, "Nek niatan adus ki ora mung sibin ning gebyur sisan, nek rak wani yo gak usah"
Ok, siTa. Ganbatte Kudasai! -
Hhe, berusaha menyemangati diri sendiri-

Ada lagi satu scene film yang mengingatkan saya pada keadaan 'kacau' ini. Di film Tarik Jabrix dimana si pemain drum The Changcuters itu selalu membawa buku catatan kemana-mana, untuk membantu meeingankan penyakit pelupanya itu. Dan sepertinya saya pun membutuhkan barang tersebut. Benar-benar sifat lupa ini. . sungguh mengganggu kinerja otak.
Setelah ini, saya bakalan beli buku catatan itu dan saya kalungkan biar nggak ilang. Huh!


Apa liat-liat? Mumet kiy..

No comments:

Post a Comment